Hesti.id – Langkah nyata untuk menekan ISPA di Serang dilakukan LKBN ANTARA Biro Banten dengan membagikan 1.200 masker gratis kepada fasilitas kesehatan, sekolah, dan warga di Kabupaten Serang pada Rabu (20/8). Pembagian ini menyasar wilayah rawan debu, terutama Puskesmas Bojonegara, instansi pendidikan, dan masyarakat sekitar. Inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan.
Fakta Utama
Kepala LKBN ANTARA Biro Banten, Bayu Kuncahyo, menjelaskan bahwa pembagian masker ini difokuskan pada daerah yang paling terdampak debu musim kemarau. Masker menjadi kebutuhan harian yang krusial di puskesmas dan sekolah, terutama saat udara kering membawa partikel debu lebih banyak ke permukiman. Total 1.200 masker disalurkan dengan rincian: 600 lembar untuk Puskesmas Bojonegara, 500 lembar untuk sekolah-sekolah, dan 100 lembar langsung kepada warga.
Selain itu, LKBN ANTARA telah menyiapkan total 10.000 lembar masker untuk didistribusikan ke berbagai wilayah di Provinsi Banten. Angka ini menunjukkan bahwa bantuan di Serang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya distribusi yang lebih luas selama musim kemarau.
Also Read
Kronologi
Penyaluran masker dilakukan di Serang pada Rabu, 20 Agustus 2026. Bayu menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian terhadap wilayah dengan paparan debu tinggi yang sering mengalami peningkatan keluhan pernapasan. Masker menjadi perlindungan paling cepat yang bisa langsung digunakan oleh masyarakat.
Puskesmas Bojonegara menyambut baik bantuan ini. Penanggung Jawab Mutu Puskesmas Bojonegara, Sri Ernawati, mengungkapkan bahwa puskesmas selalu membutuhkan stok masker cadangan untuk pasien, apalagi area puskesmas menerapkan aturan wajib masker. “Pihak puskesmas selalu membutuhkan stok masker cadangan untuk diberikan kepada pasien,” ujarnya. Kebutuhan ini semakin terasa karena paparan debu di musim kemarau memengaruhi kesehatan warga.
Data dari Puskesmas Bojonegara menunjukkan tingginya kasus ISPA di wilayah tersebut. Setiap bulan, hingga 200 pasien datang berobat dengan keluhan pernapasan. Angka ini membuktikan bahwa tekanan di lapangan bukan hal kecil. Ketika keluhan meningkat, ketersediaan masker bisa menjadi pembeda antara pencegahan dini dan penularan yang lebih luas di ruang tunggu, ruang kelas, maupun lingkungan rumah.
Dampak atau Informasi Lanjutan
Bantuan masker gratis ini memberikan dampak langsung di dua titik paling rentan: layanan kesehatan dan sekolah. Di puskesmas, masker cadangan membantu petugas menjaga aturan wajib masker tetap berjalan tanpa harus menunggu pengadaan baru. Di sekolah, masker memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi anak-anak dan tenaga pendidik saat beraktivitas di udara yang lebih berdebu.
Bagi warga, pembagian masker juga memberikan akses perlindungan yang sederhana dan cepat dipakai. Bagi keluarga di sekitar Bojonegara dan wilayah rawan debu lainnya di Banten, masker ini memiliki fungsi besar. Ia menutup celah paparan yang sering datang diam-diam, mulai dari jalanan berdebu hingga perjalanan singkat ke fasilitas kesehatan.
Masmuah, seorang warga Bojonegara, mengaku senang dengan pembagian masker ini. Ia merasa bantuan tersebut membuat warga lebih siap menghadapi debu jalanan dan risiko penyakit pernapasan. “Senang, karena ini untuk mencegah penyakit biar tubuh kita tetap sehat, serta aman dari debu jalanan,” tuturnya.
Di musim kemarau, langkah seperti ini memiliki nilai praktis yang tinggi karena menyentuh kebutuhan yang benar-benar ada di lapangan. Di Kabupaten Serang, kebutuhan itu terlihat jelas dari angka kunjungan pasien yang mencapai hingga 200 per bulan di Puskesmas Bojonegara. Dengan adanya bantuan masker ini, diharapkan angka ISPA dapat ditekan dan masyarakat lebih terlindungi dari dampak debu.












