Hesti.id – Susie Wolff dan Kiprahnya Sebagai Perempuan di Formula 1 menjadi sorotan dalam dunia balap. Ia berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai salah satu dari sedikit perempuan yang pernah tampil di ajang Formula 1 (F1). Momen bersejarah itu terjadi saat ia mengemudikan mobil Williams pada Grand Prix Inggris 2014 di Sirkuit Silverstone.
Fakta Utama
Susie Wolff memulai karier balapnya dari ajang karting sebelum kemudian beralih ke kompetisi single-seater. Ia menghabiskan tujuh musim di Deutsche Tourenwagen Masters (DTM), sebuah ajang balap touring car bergengsi di Jerman. Pada tahun 2012, Williams merekrutnya sebagai development driver, di mana ia bertugas bekerja di simulator dan membantu pengembangan mobil tim.
Kesempatan untuk tampil di sesi resmi F1 datang pada Grand Prix Inggris 2014. Ia menjadi perempuan pertama yang mengikuti sesi resmi F1 sejak Giovanna Amati pada 1992. Namun, masalah mesin membuat penampilannya di Silverstone berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.
Also Read
Kronologi
Setelah debut di Silverstone, Susie Wolff kembali diberi kesempatan tampil pada Grand Prix Jerman 2014 di Sirkuit Hockenheim. Dalam sesi latihan bebas pertama (FP1), ia menempati posisi ke-15 dari 22 pembalap. Catatan waktunya sekitar dua persepuluh detik lebih lambat dari rekan setimnya, Felipe Massa.
Williams kemudian mempercayakan Susie Wolff sebagai test driver. Ia menjalani beberapa sesi latihan bebas dan pengujian mobil sebelum akhirnya memutuskan pensiun dari balap pada akhir 2015. Keputusan tersebut menandai akhir dari kariernya sebagai pembalap, namun bukan akhir dari keterlibatannya di dunia motorsport.
Dampak atau Informasi Lanjutan
Setelah pensiun, Susie Wolff tetap aktif di dunia motorsport. Pada tahun 2018, ia diangkat sebagai Kepala Tim Venturi Racing di Formula E. Jabatan ini menjadikannya salah satu perempuan yang berhasil menduduki posisi tinggi dalam manajemen olahraga F1. Ia kemudian naik jabatan menjadi Chief Executive Officer Venturi sebelum meninggalkan tim tersebut pada 2022.
Setahun kemudian, pada 2023, ia ditunjuk sebagai Managing Director F1 Academy. F1 Academy merupakan wadah untuk mempersiapkan talenta muda menuju jenjang yang lebih tinggi dalam dunia balap. Ajang ini juga membuka ruang bagi perempuan untuk berkarier di bidang motorsport, baik sebagai pembalap maupun dalam peran manajemen.
Kesimpulan
Perjalanan Susie Wolff menunjukkan bahwa perempuan mampu memiliki peran signifikan di dunia motorsport. Ia tidak hanya tampil sebagai pembalap, tetapi juga berhasil memimpin sebuah tim dan menduduki posisi manajemen yang lebih tinggi. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak perempuan yang bercita-cita berkarier di bidang yang selama ini didominasi pria. Dengan adanya F1 Academy, diharapkan semakin banyak perempuan yang dapat mengikuti jejaknya dan meraih kesuksesan di dunia balap internasional.












