Hesti.id – Gempa berkekuatan magnitudo 4,1 mengguncang Kota Padang, Sumatera Barat, pada Selasa pagi. Pusat gempa berada di darat, sekitar 30 kilometer barat laut Padang dengan kedalaman 10 kilometer. Meski getaran terasa di sejumlah wilayah, warga Kepulauan Mentawai melaporkan tidak merasakan guncangan.
Getaran Dirasakan di Padang, Mentawai Tenang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 09.46 WIB. Episenter terletak pada koordinat 0,84 Lintang Selatan dan 100,18 Bujur Timur. Guncangan dirasakan oleh sebagian warga Padang dan sekitarnya, namun tidak menimbulkan kerusakan berarti.
Di Kabupaten Kepulauan Mentawai, warga mengaku tidak merasakan getaran sama sekali. Rahadio, seorang pegawai Sekretariat Daerah setempat, menyatakan baru mengetahui adanya gempa setelah membaca informasi dari situs BMKG dan media online. Hal serupa diungkapkan Kartani, warga Tuapejat, yang mendapat kabar dari berita daring.
Also Read
Kepala Bagian Humas Pemkab Mentawai, Joni Anwar, juga mengonfirmasi tidak merasakan guncangan saat bekerja di ruangannya. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada karena potensi bencana selalu ada.
Pelajaran dari Gempa dan Solidaritas Nusantara
Peristiwa gempa Padang ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan. Pengalaman serupa pernah terjadi di berbagai daerah, seperti gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memicu gelombang solidaritas dari Sumatera Barat. Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Provinsi Sumbar mengirimkan 1,5 ton rendang untuk korban gempa NTT pada 2026 lalu.
Bantuan tersebut dikumpulkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar dan melibatkan organisasi perangkat daerah serta ASN. Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Erasukma Munaf, menyatakan target pengumpulan tercapai dalam lima hari. Rendang dipilih karena praktis dikonsumsi pengungsi yang kesulitan memasak.
Selain itu, PT Semen Padang melalui UPZ Baznas juga pernah menyalurkan 3,5 ton beras untuk korban gempa Sulawesi Barat pada 2021. Bantuan tersebut diangkut menggunakan Kapal Kemanusiaan bersama sumbangan lain senilai ratusan juta rupiah.
Dukungan untuk Korban Bencana dari Dunia Pendidikan
Solidaritas juga datang dari sektor pendidikan. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Terbuka (UT) memberikan keringanan UKT hingga pembebasan biaya kuliah bagi mahasiswa terdampak gempa NTT. Rektor UT, Prof Ali Muktiyanto, menyebutkan pihaknya juga memberikan relaksasi ujian dan bantuan lain bagi mahasiswa yang terkena musibah.
Langkah serupa pernah dilakukan UT saat bencana melanda Aceh, Nias, dan Padang. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban gempa terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat.
Gempa Padang kali ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di kawasan rawan gempa. Kesiapsiagaan dan respons cepat menjadi kunci dalam menghadapi bencana.












